Dua boneka itu berpelukkan mesra.
"yang warna pink itu aku, dan warna putih itu kamu. Hadiah pertemuan kita pertama kali" aku terkekeh menerima hadiah itu. Bukankah ini lucu? ah... sayang kau manis sekali... Baru kali ini aku mendapat bingkisan karena pertemuan pertama kali. Entah mungkin aku agak sinting ketika awal pertemuan kita. Jika mengingat itu, kita berdua sama-sama tertawa... tapi, sungguh aku malu mengingatnya
"mau jadi pacarku?" kata pertama kali kulontarkan padamu
"hah! apa?"kau terperanga, mungkin pada saat itu menurutmu aku adalah orang yang sangat aneh. Bagaimana bisa aku melakukannya, bahkan aku baru mengenalmu satu hari, dan anehnya yang melontarkan kata itu adalah aku. Oh Tuhan.
"tapi aku bukan sepertimu"katamu sambil terheran-heran.
"apa? kau normal" jawabku pura-pura dungu
"iya..." aku tak lantas menyerah
"jadilah pacarku..." aku memintanya terus menerus... hingga, mungkin kau merasa perlu mengenal orang ngotot sepertiku.
"bagaimana jika kita saling mengenal terlebih dahulu. Mungkin, kau terbiasa mengatakan ini pada wanita lain? atau kau terbawa perasaan karena putus dengan wanitamu"
"mungkin..."jawabku cuek. Bahkan aku tidak menyangka jika seorang wanita sepertimu menyambut kedatangnku dengan sangat ramah dalam hidupmu. Aku juga tidak menyangka jika, kekecewaanku pada wanita yang meninggalkanku sirna bersama tawa-tawa dan cerita yang kita rangkai bersama. Kau sungguh berbeda. Karena kau bukan dari komunitas ini, jadi cara pandangmupun berbeda dengan mereka.
"yang warna pink itu aku, dan warna putih itu kamu. Hadiah pertemuan kita pertama kali" aku terkekeh menerima hadiah itu. Bukankah ini lucu? ah... sayang kau manis sekali... Baru kali ini aku mendapat bingkisan karena pertemuan pertama kali. Entah mungkin aku agak sinting ketika awal pertemuan kita. Jika mengingat itu, kita berdua sama-sama tertawa... tapi, sungguh aku malu mengingatnya
"mau jadi pacarku?" kata pertama kali kulontarkan padamu
"hah! apa?"kau terperanga, mungkin pada saat itu menurutmu aku adalah orang yang sangat aneh. Bagaimana bisa aku melakukannya, bahkan aku baru mengenalmu satu hari, dan anehnya yang melontarkan kata itu adalah aku. Oh Tuhan.
"tapi aku bukan sepertimu"katamu sambil terheran-heran.
"apa? kau normal" jawabku pura-pura dungu
"iya..." aku tak lantas menyerah
"jadilah pacarku..." aku memintanya terus menerus... hingga, mungkin kau merasa perlu mengenal orang ngotot sepertiku.
"bagaimana jika kita saling mengenal terlebih dahulu. Mungkin, kau terbiasa mengatakan ini pada wanita lain? atau kau terbawa perasaan karena putus dengan wanitamu"
"mungkin..."jawabku cuek. Bahkan aku tidak menyangka jika seorang wanita sepertimu menyambut kedatangnku dengan sangat ramah dalam hidupmu. Aku juga tidak menyangka jika, kekecewaanku pada wanita yang meninggalkanku sirna bersama tawa-tawa dan cerita yang kita rangkai bersama. Kau sungguh berbeda. Karena kau bukan dari komunitas ini, jadi cara pandangmupun berbeda dengan mereka.
* * *
Dengan adanya engkau aku merasa hidupku berbeda. Setidaknya aku lebih tenang dari masalah-masalah yang membuatku hampir sinting.
"Aku tidak mau menjadikanmu pacarku. Tapi kekasih hatiku. Jika aku meminta kau jadi pacarku, suatu saat mungkin hubungan ini akan usai dengan berbagai masalah. Tapi, jika kau menjadi kekasihku, itu akan selamanya" kata itu yang paling tepat untuk mengutarakan isi hatiku padamu...
"tapi, suatu saat nanti kita akan berpisah..." suara datarmu mendengung di telingaku
"aku tau. Tapi, sebelum waktu itu berlalu. Biarkan aku menemani perjalanan hidupmu. Hingga kau menemukan laki-laki yang baik untukmu" diammu,sudah bisa kubaca. Kau tak ingin mendengar kata-kata itu. Dan aku sudah bisa membaca cinta di matamu. Akhirnya kau bisa menjadikan hatiku mencintaimu. Dan dengan komitmen itu aku berhenti mencari wanita lain sebagai pacarku. Aku berhenti berkata yang berlebihan dengan wanita lain. Aku merasa cukup dengan adanya dirimu sayang... walaupun suatu saat kita tidak akan bersama... tapi cintaku ini tulus.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

RSS Feed (xml)
4 komentar:
wah romantisnya
boneka yah?
bagi dong
-Melly-
ooooo yang baru jadian... boneka kecil bisa sampe ditulis di blog.... prikitew!
udah lama jadianya dah dua taon wkwkwkwkkwkwkwkw....
hehhehehehhehe
simbol kebersamaan...dia akan nampak aneh bila dipisahkan...22345
Poskan Komentar