Sungai, Laut Dan Hutan

Minggu, 05 April 2009

Akulah sungai…

Jernih dan selalu mengalir

Setiap tapakan langkahku

Selalu bercengkrama dengan hutan

Dia sahabatku

Aku tak memilih batu-batu yang ada di tengah aliranku

Tapi aku memilih hutan untuk bersenda gurau

Diantara malam dan siangku…

Suatu malam

Aku bercerita pada sang hutan diantara tiupan angin yang lembut

Ku bilang padanya bahwa aku mencintai laut

Tujuan hidup ku adalah laut

Walupun kami diciptakan dari jenis yang sama yaitu “air”

Aku berhenti mengalir sejenak untuk bercerita

Tentang laut pada sang hutan

“Hai hutan. Taukah kamu bahwa laut itu adalah jiwaku. Betapa aku kagum padanya”aku bergemuru sejenak. Hutan hanya tergelak

“Kalian itu sama. Mana mungkin?”

“Cinta yang menyatukan kami” aku menari-nari riang dengan memercikkan airku pada hutan

“Kalian pernah bertemu?” Tanya hutan heran

“Tidak. Tapi aku mengenalnya. Dia selalu menitipkan salam lewat hujan padaku”

Hutan terdiam. Aku melihat ada yang berbeda dari sorot mata nya. Ilusi dan obsesi…

Perih…

Kuhantam bebatuan hingga hancur berkeping-keping

Ku trobos hutan dengan garang hingga bertumbangan

Hutan menghiantiku

Tega dia bercinta dengan sang laut

sebelum aku mengalirkan air sungaiku ke bibir pantai

“kita adalah sahabat. Kita harus bicara”hutan mengejarku

Aku tenggelam oleh air mataku

“biarkan dia pergi” laut menahan hutan. Sakit…

Kecewa menggerayangiku

Hingga aku menjadi begitu buas

Ingin ku tenggelamkan bumi

Sayang aku aku tak punya cukup air

Karena aku hanya sungai kecil

Aku sungai yang kecil

kini mencoba mengalir tenang

Antara kepedihan dan keperihan disudut hati

Aku sungai kecil hanya lewat hutan dengan kebisuan

Sepi dan sunyi…

Setiap kali hutan menyapa

Aku hanya diam sambil terus berjalan

Laut pun tak mengirim salam…

0 komentar: